Pages

Panik, Putus Asa, dan Sahabat

7.6.12


Pernah merasa panik? Kemarin malam saya merasakannya. Saya panik dan bingung harus menghubungi siapa.

Kemarin malam sekitar jam 10 saya di telfon oleh Iqbal. Saya kaget! Tumben sekali dia menelfon saya. Saya kira dia mau beli pulsa.. hahaaha.. Ok lanjut ke cerita. Dia mengatakan bahwa saat itu SU DPM sedang membahas LPM dan sayangnya tidak ada satupun anak LPM PROFESI yang hadir di sana. Kemudian ia melanjutkan, jika tidak ada yang hadir apa mau LPM di hapus saja dari KM UII? Wooo mendengarkan kata kata "dikeluarkan" otomatis saya kaget. Walau sempat terpikir apa iya mereka mempunyai kewenangan sebesar itu?

Orang pertama yang saya hubungi justru Randi bukan Sammy. Kenapa Randi? Karena saya merasa dia yang bisa dan mau begitu saja datang ke kampus malam-malam. Setidaknya jika dia sedang berada di kos maka jarak dia dengan kampus tidak terlalu jauh. Tetapi, saya justru mendapatkan penolakan!! Ia merasa klo dia terus yang datang apa kabar dengan yang namanya regenerasi?! Ok, baiklah saya pun mengerti. Atas saran Randi saya pun menghubungi sang PU yang terhormat. Tapi apa yang terjadi? Saat saya mencoba menghubungi  sang PU, tidak ada satupun nomornya yang aktif. Ini bikin saya emosi, sampai-sampai saya ngetwit dengan kata-kata “WTH”.

Hingga pada akhirnya saya mendapatkan orang yang bersedia malam-malam datang ke kampus demi LPM PROFESI. Dia adalah Gena. Ah.. saya sungguh berterima kasih sama dia. Awalnya saya agak pesimis dia mau datang secara saat itu sudah hampir jam 11 malam dan dia perempuan!! Saya ga tega kalau minta dia untuk keluar malam-malam. Walau saat  itu Gena sudah mengiyakan, saya tetap mencari orang untuk menemani dia. Ah.. lagi-lagi saya mendapatkan penolakan. Ada yang ternyata rumahnya jauh dari kampus dan ada yang udah mau tidur.

Di akhir keputusasan saya karena sudah satu jam telfon dan sms sana-sini, saya memustuskan untuk menelfon Ventri. Baru saja ngobrol dengan Ventri eh si Pak PU terhormat menelfon dan mengatakan akan datang ke kampus untuk menyusul Gena betapa leganya saya mendengar itu. Seseudah menerima telfon dari Sammy itu sesi curhat bersama Ventri pun saya lanjutkan. Hahaha...

Dari kejadian ini, saya jadi tahu seperti apa diri saya ketika dilanda kepanikkan. Saya bingung dan sulit untuk menghadapinya dengan santai seperti di pantai ataupun sloww kayak di pulawww.. tapi satu hal yang membuat saya semakin sadar akan kehadiran sahabat. Bersama sahabat kita bisa saling mendengarkan, memberi saran, dan memberikan ketenangan. Terima kasih untuk kalian yang selalu ada ketika saya membutuhkan kalian sahabat-sahabatku..

Berapa banyak akun jejaring sosial/sosial media yang kamu miliki?

5.6.12


Sudah berapa hari ini keinginan untuk menulis muncul kembali. Bahkan aku pengin bikin blog baru dengan identitas anonim untuk menceritakan ina inu yang ga bisa aku ceritakan di sini.

Hahaha songong kalilah aku ini, blog yang ini aja ga ke urus udah mau bikin blog baru lagi.  Bukan hanya blog ini lagi yang nggak pernah ku jamah tapi ada flickr dan tumblr yang ga pernah di update lagi, last.fm yang jumlah friendnya ga nambah-nambah, bahkan facebook pun sudah dipenuhi sarang laba-laba karena ada twiter yang sudah berhasil mengalihkan duniaku.

Berapa banyak akun jejaring sosial/sosial media yang kamu miliki? Aku sendiri banyak. Mulai dari friendster, kemudian lanjut ke facebook, pernah juga nyoba myspace, lalu twitter, plurk dengan sistem karmanya, dan ga ketinggalan koprol, last.fm, flickr, tumblr, blogger, wordpress, dan beberapa forum seperti kaskus misalnya. Ah... aku rasa itu belum semuanya karena aku yakin ada yang terlupakan.

Aku sebegitu banyak bukan karena untuk dianggap eksis. Bukan sama sekali. Saat ada yang baru ada rasa penasaran untuk mencobanya. Tetapi jika ditanya apakah aku mengikuti arus? Ya aku mengikuti arus. Saat frienster tak lagi populer, saat semua orang beralih ke facebook ya aku ikut-ikutan beralih ke facebook.

Oke oke, aku rasa untuk tulisan yang tak terarah ini cukup sampai di sini dulu. Aku ga pengin buat janji dengan blog ini agar lebih rajin menulis di sini. Aku tahu sifatku. Hari ini bisa menggebu-gebu nulis besok udah malas lagi untuk menulis. Jadi, dari pada tidak bisa memenuhi janji lebih baik dari awal ga usah ada perjanjian. Setuju? 
 

Populer Post