pages

Januari 24, 2012

cerita minggu pertama KP


Memasuki minggu ke 2 KP (kerja praktek) rasanya agak ga karuan. Antara senang karena tinggal 4 minggu lagi, bingung karena masih nge-blank ma laporan, dan bosen karena kerjaannya cuma jalan sana-sini buat ngumpulin data.

Aku KP di Indonesia Power Semarang. Indonesia Power sendiri adalah anak perusahaan PLN. Di sana ada 2 macam pembangkit, yaitu PLTU dan PLTGU. Sayangnya saat ini, mereka sedang tidak beroperasi karena mahalnya bahan baku. Bahan baku yang mereka gunakan adalah solar dan anehnya solar tersebut merupakan ekspor dari Timur Tengah bukan hasil bumi dari Indonesia (berdasarkan keterangan SPS Operasi). Indonesia power Semarang sendiri baru akan beroperasi disaat dibutuhkan. Ia tidak beroperasi terus-menerus seperti Indonesia Power Suralaya. Penyebabnya adalah bahan baku tadi. Indonesia Power Suralaya menggunakan BB berupa batu bara yang harganya relative murah ketimbang solar yang dipatok seharga Rp 6.000, 00. Nah berhubung IP Semarang sendiri tidak beroperasi, otomatis para operator dan teknisi banyak nganggurnya dan paling-paling pekerjaan mereka saat ini hanyalah perawatan dan pengecekkan.

Akh, untuk sementara aku ga bakal cerita lebih lanjut tentang Indonesia Power Semarang karena pada saat ini aku cuma pengin berkeluh kesah (eits! Jangan protes!)

Minggu pertama aku habiskan dibagian logistik. Kenapa logistik? Karena menurutku itu yang lumayan aku kuasai. Melihat dari jurusanku, yaitu Teknik Industri selain logistik aku juga bisa mengambil tema K3 (kesehatan dan keselamatan kerja) dan bagian perawatan. Sempet ingin mengambil perawatan tapi setelah melihat dan membaca-baca teorinya, aku lumayan bingung karena aku belum pernah mempelajarinya (jika semester besok ada matkul Manajemen Perawatan, pasti bakal aku ambil!)

Balik lagi ke minggu pertama. Waw untuk minggu pertama! Masuk setengah 8 dan pulang jam 4 walau sebenarnya bisa saja kami pulang lebih awal. Hari pertama kami disambut ke bagian HUMAS dan setelah itu baru diantar ke bagian gudang dan baru siangnya kami ngobrol dengan SPS Gudang karena pada paginya beliau sedang sibuk. Hari kedua entahlah aku lupa (hehehe). Hari ketiga sepertinya aku juga lupa. Hari ke empat aku ditinggal oleh teman kelompok ke Jogja, jadilah pada hari itu aku hanya sendiri. Hampir seharian itu aku hanya di perpus mencoba untuk mengolah data. Hari kelima, yaitu jumat hampir sama seperti hari kamis, hanya di perpus mengolah data.

Yayaya! Kami banyak menghabiskan waktu di perpustakaan Indonesia Power. Kami tidak diberi pekerjaan atau apa. Kami hanya diwajibkan menyerahkan laporan dan harus diselesaikan selama kami KP disana. Waktuku hanya tinggal 4 minggu lagi untuk menyelesaikannya.  Semoga rencana yang ku buat bisa berjalan dengan semestinya.. Bismillah untuk KP ku yang masuk ke minggu ke 2 ini,, J

April 21, 2011

Perpustakaan Kota Yogyakarta


Baru tadi siang aku nyempetin diri tuk ke perpus kota. Ini gara-garanya masih males pulang ke rumah. Soalnya aku juga mikir, di rumah aku mau ngapain dan aku juga masih berasa aneh ja mau pulang cepet karena biasanyakan abis dari kuliah, siangnya aku langsung ke lokasi KKN.

Pertama kali masuk ke perpusnya aku rada bingung mau ngapain dulu. Hal pertama yang aku pikiran adalah tempat penitipan tasnya dimana ya? Apa tasnya dibawa aja? tapi pas merhatiin para pengunjungnya, kok ga ada yang bawa tas. Akhirnya dengan pedenya aku masuk ke dalam dan ternyata tempat penitipannya memang rada jauh dari pintu masuk dan harus belok kiri dulu biar tahu dan parahnya lagi tulisannya juga ga gede. Dalam hatiku “oalah kok gini si layout perpusnya?”

Perpus ini terdiri dari 2 lantai. Lantai atas terdiri dari ruang pertemuan, ruang audio visual, ruang anak , dan apa lagi aku lupa. Aku ga terlalu mengubrak-abrik lantai atas soalnya lagi dipake untuk acara sarasehan ma ibu-ibu jadinya, pas baru nyampe lantai 2 akunya langsung turun lagi. :D

Untuk menjadi anggota Perpustakaan Kota Yogyakarata sama sekali nggak dipungut biaya. Syarat umumnya adalah mengisi form pendaftaran dan melampirkan fotokopi KTP dan pas foto ukuran 2x3 tapi bisa juga yang ukuran 3x4. Untuk mahasiswa tambahan syaratnya adalah fotokopi KTM dan untuk pelajar harus ada semacam surat rekomendasi dari orang tua.

Kartu anggotanya sendiri bisa langsung jadi di hari itu juga tapi kita harus nunggu sekitar setengah jam. Jadi, kalau kamu memang mau langsung pinjem buku padahal kamu belum punya kartu anggota mending daftar dulu aja deh sebelum nyari-nyari bukunya (takutnya klo kamu daftarnya pas mau pulang padahal kamu lagi keburu-buru mau balik karena suatu hal nti jadinya malah nggak jadi daftar deh). Hal yang menarik adalah kita diwajibkan foto langsung di tempat pendaftaran. Jadi, saran ku klo belum pernah jadi anggota di perpus ini ada baiknya kamu dandan dengan baik terlebih dahulu biar foto di kartu anggotamu ga jelek (hahaha :D).

Lalu, bagaimana dengan koleksi buku-bukunya? Aduh maaf aku nggak terlalu merhatiin karena aku cuma singgah di bagian sastra, nyari novel-novel yang aku kira bagus. Rada bingung juga si awalnya mau pinjem yang mana soalnya kok kayaknya bagus-bagus semuanya ya.. hahaha.. tapi akhirnya pilhanku jatuh pada 2 buku yaitu, Dan by Umi Purwandari dan Hades (Sebuah Novel Sang Autis) by Deasylawati Prasetyaningsih.

Aku rada kecewa sama ni perpus karena buku-bukunya nggak tertata rapi. Karyawannya nggak langsung menata buku-buku yang baru dikembalikan tersebut dengan rapi tetapi hanya ditumpuk di bagian rak kosong. Ini benar-benar tidak enak dipandang dan entah ulah pengunjung atau lain hal buku-bukunya nggak terkelompok dengan baik. Jadi, terkadang aku menemukan novel terjemahan di antara novel Indonesia, novel Teenliit yang nyebar dimana-mana, dan segala macamnyalah yang nggak enak banget tuk diliat dan bikin jadi nggak nyaman.

Perpus ini sendiri nggak terlalu besar sehingga jarak antara rak buku dengan rak buku satunya terlalu kecil sehingga terkadang saat lagi asik-asikny nyari buku harus terganggu orang yang pengen lewat. Tapi walaupun gitu, tempatnya sangat enak, cozy, dan mendukung untuk baca buku berlama-lama disana (ini si opiniku).

Selain perpustakaan kota masih ada juga perpus yang pengen aku kunjungi yaitu perpus yang ada di Malioboro. Wah.. itu perpus kira-kira kayak apa ya? Lebih baikkah dari perpus kota? Atau lebih buruk? Untuk bisa menemukan jawabanya aku harus ke sana. Hhhhmmmmm tapi kapan ya??? :D :D :D


ps: maaf ga da foto :)

April 14, 2011

mengintip SMS


“iya sayankku”
Itu adalah salah satu pesan singkat yang aku baca di hape adekku sore tadi. Udah beberapa hari ini dia sibuk smsan, bawa hape kemana-mana, dan setiap aku mau pinjem hapenya selalu ditolak. Dia memang ga mau bilang ma sapa dia sms2an, pernah aku tanya “kamu smsan ma pacar kamu ya??” dengan nada becanda. Seketika itu juga dia jawab “nggak!!!”
Aku nggak tahu apakah ortuku n masku udah tahu apa belum yang jelas aku bakal tetep DIAM untuk hal ini. Biarlah mereka tahu sendiri dengan cara mereka sendiri.

April 10, 2011

akhir dari KKN

Alhamdulillah… KKN udah selesai. Tinggal ngedit laporan dan dikumpul trus nunggu nilainya deh… :D

Aku KKN selama 1 bulan 15 hari, resminya si segitu. Bertemu dengan orang-orang baru dan hidup bersama mereka bukan hal yang gampang. Kita nggak saling kenal, nggak saling tahu keburukan masing-masing. Jadi, menurutku wajar-wajar ja klo ada percikan-percikan konflik yang muncul bahkan aku bisa memaklumi jika sampai ada anggota yang pengen keluar ato berhenti KKN gara-gara salah paham.

Aku pun tak sempurna. Terkadang aku juga muak dengan temen-temen satu unitku yang pada nggak kompak, semaunya sendiri, cuma mikirin diri sendiri, yang rempong inilah itulah, dan segala macem. Terlebih-lebih jika aku harus menjadi satu-satunya cewek yang nginep di posko gara-gara yang lain pada pulang dengan berbagai alasan. Ada yang gara-gara alergi dinginlah, besok kuliah or ujian pagi, dan segala macam alasan lainnya. Aku juga nggak mau munafik, terkadang pun aku juga bolos nginep di posko tapi sayangnya mereka nggak pernah ada di posisiku.

But, dari mereka aku juga banyak belajar. Mulai dari masak, diskusi, memahami karakter orang lain, sabar menghadapi manusia yang keras kepala, dan pentingnya menciptakan suasana yang enak demi terselesaikannya program masing-masing.

1 bulan merupakan waktu yang lumayan untuk hidup bersama. Jika ditanya apakah ada rasa hilang setelah KKN ini usai? Aku juga bingung menjawabnya. Jika aku jawab iya, aku nggak merasakan berat saat berpisah dengan mereka tapi jika aku jawab nggak, kok agak berat ya untuk jawab nggak. Ya… mungkin aku hanya bisa menjawab 50:50, artinya rasa kehilangan itu memang ada tapi nggak begitu besar sampe-sampe pengen ngulang hidup bareng lagi sama mereka  :D :D :D

ps: maaf jika aku terkesan menyalahkan but thx atas hari-hari yang telah kalian berikan. Berharap hubungan kita tidak pernah putus :)

Maret 01, 2011

jangan kau bagi racun itu padaku

hai bung!!!
Saya tersiksa dengan racun yang kau hembuskan dari mulut dan hidungmu itu!!!