Pages

ISO dan Kebijakan-Kebijakannya

25.4.10


Mungkin istilah ISO (International Organization for Standardization) sudah bukan hal yang asing lagi bagi kita. Akhir tahun 2009 kemarin, seluruh fakultas di Universitas Islam Indonesia (UII) berhasil memperoleh sertifikat resmi ISO 9001:2008 dari Lembaga Sertifikasi Internasional TUV Rheinland. ISO 9001:2008 merupakan sebuah pengakuan internasional dalam hal sistem manajemen mutu.

Sehubung diperolehnya sertifikat ISO, ini cukup membuktikan bahwa Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII mampu menunjukkan eksistensinya di mata internasional. Tidak heran jika sejak semester genap ini FTI pun telah memperkenalkan dan menerapkan kebijakan-kebijakan baru bagi segenap mahasiswanya.

Beberapa kebijakannya, antara lain seperti adanya kontrak belajar di awal perkuliahan, verifikasi di setiap akhir kuliah, dan jumlah kehadiran yang cukup 75% saja.

Dari kebijakan-kebijakan tersebut yang menarik adalah mengenai jumlah presensi atau kehadiran dari mahasiswa. Selama ini, setiap di awal kuliah selalu diinformasikan bahwa minimal jumlah kehadiran adalah 75% dari keseluruhan pertemuan dan tidak ada sanksi yang memberatkan jika presensi dari seorang mahasiswa kurang dari 75%. Tetapi dengan adanya ISO, jika jumlah presensi seorang mahasiswa kurang dari 75% maka secara otomatis nama mahasiswa tersebut akan terhapus dari mata kuliah yang ia ambil dan imbasnya tidak bisa mengikuti ujian akhir.

Pada hakikatnya, tidak ada yang salah dari kebijakan-kebijakan tersebut. Jika FTI UII memang ingin diakui memiliki kualitas yang bersifat internasional maka harus diikuti pula oleh peningkatan produktivitas kinerja, yang tidak hanya dilakukan oleh pimpinan, dosen, dan karyawannya saja tetapi mahasiswanya juga harus ikut berpartisipasi agar usaha dalam pencapaian sertifikasi yang telah dilakukan ini tidak sia-sia.

Lepas dari kebijakan itu semua, apapun yang telah diterapkan oleh pihak kampus selama masih dianggap rasional hal tesebut sah-sah saja diterapkan karena pihak kampus sendiri tentu tidak ingin sertifikat ISO yang diperoleh hanya menjadi sebuah pajangan belaka.

* dimuat di Suplemen PROFESI edisi April 2010.


Sebenernya udah lama mau posting tulisan ini di blog tapi kemaren2 masih rada kurang pede.

Hari ini, saat evaluasi tentang tulisan2 yang dimuat di Suplemen PROFESI edisi April 2010 lumayan bikin aku H2C alias harap2 cemas n bertanya-tanya. Kira2 ucapan apa yang bakal keluar dari mulut temen2 PROFESI mengenai tulisanku. Bukan karena aku takut dikritik *justru aku pengen dikritik biar tulisan2ku selanjutnya bisa lebih bermutu* tapi ini kan pertama kali bagiku ada yang mengevaluasi tulisanku dan yang mengevaluasi nggak cuma satu orang tapi rame2.

Aku berharap akan banyak kritik yang ku terima tapi ternyata aku cuma dapet 1 kritikan dan itu langsung dari PU PROFESI. Kata beliau tulisanku KURANG BANYAK...!!! haddeeeh...kirain mau kritik apaan gitu ternyata cuma ngomentarin kuantitas dari tulisanku tapi “thx sangadh tas komentarnya BU PU...akan saya coba untuk menulis dengan paragraf yang lebih panjang dan banyak tapi tentunya dengan isi yang tidak bertele-tele dan tak lupa mohon bantuannya juga ya BU PU... hhe... :p”

Numpang Exist Di Taman Sari

16.4.10

Hari ini aku dan teman2ku bernasis-nasis ria di Taman Sari. Walaupun hanya berbekal dengan satu kamera plus kemampuan fotografi yang pas2an, kami berhasil menciptakan 270 foto dan itu pun belum termasuk yang dihapus. Pertanyaannya, apakah ini merupakan dampak dari kamera digital, ketika merasa dapet angle yang bagus langsung maen jepret...??? Atau karena kami memang doyan difoto...??? Lalu, dari 270 foto itu apakah hasilnya bagus2...??? Sayangnya tidak...!!! Karena ada beberapa foto tidak memuaskan.
Contohnya seperti foto yand ada di bawah ini, aku ngerasa klo cahaya yang kepake di foto ini kebanyakan jadinya fotonya keliatan terlalu terang...

dan ada juga yang gelap banget sampai2 objek yang dituju dari foto itu nggak kelihatan, bisa liat di bawah ini...


Wah...wah...dengan hasil foto yang seperti ini, sepertinya aku harus lebih banyak belajar lagi tentang fotografi, benar tidak...???

Akhh...sudahlah, tak usah membicarakan tentang ketidakmampuanku. Lebih baik, kita nikmati saja bukti nyata dari ke_exist_san kami di hari ini di taman sari... :p













Menurutku Taman Sari memang bagus dan sangat pantas dijadikan salah satu alternatif sebagai tempat liburan, walaupun ada di beberapa bagian yang terlihat seperti kurang mendapat perhatian yang lebih. Perhatikan dinding yang ada di foto bawah ini...! Lumayan tidak disedap untuk dipandang...


Tapi, bagaimanakah dengan yang ini...??? Hhhmmm...aku rasa foto2 dibawah ini cukup bisa menujukkkan bahwa Taman Sari memang layak untuk dikunjungi lebih dari satu kali...










Di bagian belakang dari Taman Sari, kita bisa mendapati pengrajin yang sedang membuat batik dan juga wayang. Mau bukti...??? Nih ada foto2nya... (:









Yak... itulah hasil dari jalan-jalan kami di hari ini. Semoga ini bukan yang pertama dan yang terakhir.
Jadi, untuk teman2ku... kapan kita bisa jalan2 lagi seperti hari ini...???


photo by salifa...syarif...anes...ventri

camera model: Canon EOS 1000D

Obrolan Cewek-Cewek Stress

6.4.10

Percakapan yang melibatkan 5 orang ini terjadi di perpustakaan kampus dan tentunya didengar oleh beberapa karyawan perpus (selanjutnya disingkat KP).
Sa : “Ujian RO ku ancur...!!! klo ga dapet C...ya dapet D... (dikatakan tanpa rasa penyesalan sedikit pun)”
Vi : “Ih gitu banget sih ngomongnya... nilaiku donk... A+ klo perlu A++ sekalian...Haahaha....”
Sa : “Ya udah klo gitu aku A triple +... hahahaha.... (dalam hati berkata: A triple + ??? bener gak ya bahasanya... malu juga didenger karyawan2 perpus)”
Vi : “Ve... nti kmu lulus kum laud yak...”
Ve : “Haha.. iya nti aku lulus kum laud dengan nilai 5,5”
KP : “?????”
Sa : “Aku 4,1 aja de”
Le : “Klo aku nti lulusnya cum lod (dilafalkan dengan indonesia banget, *c dibaca c bukan k*) juga ya..hahaha”
Ne : “Hahaha...cum lod...???”
Vi : “Ve...nti kmu lod tapi nilainya 10”
Ve : “Wiiii...10..??? IQnya berapa ya itu...???”
Vi : “IQnya 199...entah sebesar apa kepalanya...??? hahaha...”
KP : “???”
PS. Tulisan ini hanyalah sebuah lelucon yang terinspirasi dari kejadian tadi siang di perpus. Dan tulisan ini sama sekali tidak bermaksud menghina atau bahkan melecehkan pihak tertentu.
 

Populer Post